Psikologi Anak Dan Komunikasi Dalam Keluarga

Beberapa keluarga, mengerti betul pentingnya komunikasi dalam keluarga – namun, penulis yakin betul
bahwa mayoritas tidak sadar betul bahwa komunikasi adalah kunci untuk membangun dan mempertahankan sebuah keluarga. Dan berdasar penuturan konselor psikologi anak di Jogja menyampaikan bahwa bukan hanya komunikasi antara suami dan istri, sang anak juga punya peran penting dalam pola komunikasi keluarga.

Layaknya sebuah organisasi, harmonisasi harus di bangun sedari dini. Kalau tidak, tentunya sebuah organisasi tidak akan berfungsi dan berjalan sesuai dengan jalur. Setuju? Karena dasar tersebut, penulis akan membahas sedikit pola komunikasi keluarga yang direkomendasikan untuk Anda ikuti dan jalankan di roda rumah tangga. Apa gunanya? Pastinya, menciptakan keluarga yang saling memahami, rukun, sejahtera, dan terjalin harmonisasi nya antara satu dengan yang lain.

Psikologi Anak Dan Komunikasi Dalam Keluarga

Ada suatu pola yang bisa Anda ikuti ketika menjalin komunikasi di dalam sebuah keluarga. Tidak penting besaran sebuah keluarga, pola ini akan selalu sama. Apa polanya? Ketika komunikasi terjadi, hal tersebut harus terjalin antara dua orang atau lebih. Sebagai contoh, bila Anda seorang figur ayah yang sedang mendidik anak, tidak bisa ketika Anda berkomunikasi, Anda yang lebih mendominasi. Terlepas dari sosok ayah dan anak, seorang ayah juga harus sadar bahwa anak juga punya pemikiran dan keinginan tersendiri. Terkadang, hal ini yang sering dilupakan dan membuat komunikasi tidak terjalin dengan baik.

psikologi anak di jogja

Ada beberapa elemen dalam sebuah komunikasi yang harus Anda paham, antara lain:

  1. Mendengarkan – bahkan, mendengar penulis rasa lebih penting dibandingkan berbicara dengan dominasi penuh.
  2. Empati – ketika berkomunikasi, posisikan diri Anda menjadi lawan bicara, bukan menjadi lawan ataupun kawan. Dengan begini, empati akan muncul dan membuat penglihatan Anda menjadi jelas bahwa yang Anda pikirkan belum tentu benar. Kadang-kadang, cekcok terjadi bila empati tidak muncul.
  3. Jujur – sudahkah Anda jujur dalam berkomunikasi di keluarga? Pola komunikasi keluarga akan sia-sia bila Anda belum jujur dan masih menyembunyikan sesuatu (walaupun kecil dan sepele). Kebebasan berpendapat dan memilih – landasan komunikasi yang terpenting adalah memahami. Pada satu titik, dibandingkan berdebat dan bertengkar, akan lebih baik untuk setuju tidak setuju.
  4. Saling mendukung – dukungan dari keluarga bernilai lebih besar daripada dukungan dari luar. Jadi, selalu mendukung dengan landasan dan keputusan yang baik akan sangat berperan.

Komunikasi dalam keluarga sangat penting dalam mempengaruhi psikologi anak

Topik pentingnya komunikasi dalam keluarga ini dimaksudkan untuk memicu Anda melakukan hal yang lebih positif dengan melibatkan keluarga dalam kondisi yang kondusif. Dengan memahami pola komunikasi keluarga dan elemennya, diharapkan Anda dapat mengambil setiap keputusan dan tindakan dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang dan sesuai dengan norma. Bila Anda sudah menerapkan tentang betapa pentingnya komunikasi dalam keluarga, pertentangan akan bisa diminimalisir tanpa risiko dan potensi ricuh di kemudian hari. Jika perlu anda dapat berkonsultasi dengan konselor dan psikolog Jogja di sebuah biro psikologi Jogja mengenai konseling keluarga dan seputar tumbuh kembang psikologi anak.

Related Post

About the Author: Simbah

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + 6 =